<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>CURAHAN HATI RYO</title>
	<atom:link href="http://suryo.blogmalhikdua.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://suryo.blogmalhikdua.com</link>
	<description>Belajar Mencari Hikmah dari Segalanya</description>
	<lastBuildDate>Thu, 31 Dec 2009 03:32:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://blogmalhikdua.com/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Ke-Inggris-an</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/31/ke-inggris-an/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/31/ke-inggris-an/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 Dec 2009 03:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=256</guid>
		<description><![CDATA[Semalam atau tepatnya tanggal 29 Desember 2009 pukul 20.30 bertempat di masjid Albarokah, JF2C kembali mengadakan rapat untuk yang kedua kalinya. Rapat ini dihadiri oleh tujuh orang yaitu Ischak Suryo Nugroho, Arifin, Anwar, Musyaffa, Beti, Dika dan Lena. Enam orang diantaranya selain Musyaffa adalah pendiri dari JF2C.
Rapat kedua ini adalah untuk merancang AD ART JF2C. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam atau tepatnya tanggal 29 Desember 2009 pukul 20.30 bertempat di masjid Albarokah, JF2C kembali mengadakan rapat untuk yang kedua kalinya. Rapat ini dihadiri oleh tujuh orang yaitu Ischak Suryo Nugroho, Arifin, Anwar, Musyaffa, Beti, Dika dan Lena. Enam orang diantaranya selain Musyaffa adalah pendiri dari JF2C.</p>
<p>Rapat kedua ini adalah untuk merancang AD ART JF2C. untuk mempermudah dan mempercepat kinerja, kami langsung membahas masalah kegiatan yang  telah kita sepakati bersama ketika membentuk organisasi ini.  JF2C untuk sementara bergerakpada dua bidang yaitu BIMBEL dan Bisnis Perdagangan yang masing-masing dari bidang itu akan memiliki nama atau bisa dikatakan  cabang dari JF2C.</p>
<p>Untuk rapat kali ini kegiatan yang dibahas adalah<span id="more-256"></span> BIMBEL/ Bimbingan  Belajar. Pada mulanya kami menjadi SD dan SLTP sebagai sasaran dari kegiatan BIMBEL ini tetapi berhubung kesibukan dari setiap komisaris JF2C, maka kami sepakati bahwa untuk langkah awal, BIMBEL hanya ditujukan kepada siswa SD.</p>
<p>Pada rapat kali ini aku banyak diam daripada mengeluarkan pendapat atau memberi komentar terhadap pendapat yang lain. Satu hal yang membuatku agak kurang “sreg” adalah pemilihan nama yang kami ambil untuk cabang dari JF2C dalam bidang BIMBEL. Ada yang menyarankan Rumah Pena, Glen (Group of Learners), Study For Fun, Gift, Bengkel Pena.  Akhirnya, nama yang digunakan adalah Glen. Perbedaan suaranya sangat tipis 4:3. Empat orang memilih Glen yang menurutku sangat berbau Inggris dan tidak jelas. Alasan mereka agar ini menarik  perhatian dan memiliki nilai jual/marketable, mudah di ingat, dan gaul. Jawabku dalam hati BULLSHITT. Kenapa begitu ? Bagaimana tidak Bullshitt, lha wong yang bisa bahasa Inggris dalam rapat ini paling dua orang. Itupun -dengan segenap jiwaku-, aku meyakini bahwa kemampuannyapun masih setengah-setengah.</p>
<p>The Points Is :<br />
1.    kenapa sich kita selalu ke –Inggris-an padahal kita sendiri belum menguasai benar bahasa Inggris ?<br />
Kalau kita belum menguasai bahasa Inggris tapi kita ingin bergaya Inggris, boleh saja tapi hanya sebatas penggunaan dengan teman atau lingkungan sekitar  dengan tujuan untuk belajar tanpa melibatkan sesuatu yang resmi.  Karena kalau sudah menyangkut lembaga/ perusahaan resmi yang menggunakan bahasa Inggris padahal pendiri/ orang-orang perusahaan tidak menguasai bahasa itu maka ini sama halnya dengan menutup-nutupi keburukan yang mana keburukan itu akan kita sebarkan. Na’udzu Billah Min Dzalik (Aku berlindung kepada Allah dari hal itu)</p>
<p>2.     Apakah kita tidak bangga terhadap bahasa kita sendiri ?<br />
Jelas, dengan menggunakan bahasa Inggris (terbatas dalam hal ini) kita tidak bangga dengan bahasa dan bangsa kita sendiri. Kita telah menomorduakan bangsa dan bahasa kita di negara kita sendiri.</p>
<p>3.     Apakah yang berbau Inggris selalu marketable ?<br />
Akan sangat memalukan sekali jika kita menggunakan bahasa Inggris ternyata kita jauh dari menguasai setengahnya saja dari bahasa itu. Marketable tidak harus memiliki nama yang ke-Inggris-an.  Asalkan nama itu bagus dan manajemen didalamnya berjalan dengan baik, insya Allah akan sukses.</p>
<p>Kenapa aku hanya diam saja ?Pertama, karena ini keputusan sebagian besar komisaris/pendiri JF2C. Kedua, selama tidak menyangkut prinsip dasarku,oke-oke ajalah. Apa tuch prinsip dasarku ? ada dech.<br />
Rapat JF2C selanjutnya yaitu rapat yang ke III masih menyangkut tentang AD ART insya Allah akan dilanjutkan pada hari Minggu, 3 Januari 2009, bertempat di Masjid Agung Jawa Tengah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/31/ke-inggris-an/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>JF2C (Just For Fun Club)</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/21/jf2c-just-for-fun-club/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/21/jf2c-just-for-fun-club/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Dec 2009 03:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=244</guid>
		<description><![CDATA[Dahulu ada M2Net (Malhikdua Net) yang entah bagaimana kabarnya sekarang. Kini saatnya JF2C (Just For Fun Club). Tidak jauh berbeda dengan M2Net, JF2C adalah badan usaha yang bersifat profit.
Semua bermula ketika aku dan kedua teman wanitaku mengadakan makan malam bersama di salah satu warung makan dekat  kost-ku untuk membicarakan acara  tasyakuran yang aku selenggarakan untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dahulu ada M2Net (Malhikdua Net) yang entah bagaimana kabarnya sekarang. Kini saatnya JF2C (Just For Fun Club). Tidak jauh berbeda dengan M2Net, JF2C adalah badan usaha yang bersifat profit.</p>
<p>Semua bermula ketika aku dan kedua teman wanitaku mengadakan makan malam bersama di salah satu warung makan dekat  kost-ku untuk membicarakan acara  tasyakuran yang aku selenggarakan untuk mensyukuri segala nikmat yang telah Allah berikan kepadaku. Rencananya,&#8230;<span id="more-244"></span> acara tasyakuran akan diselenggarakan pada tanggal 19 Desember 2009 tepatnya malam Minggu dengan diikuti oleh sebagian pemuda yang bertempat di Tambak Aji RW 1 lingkungan masjid Albarakah. Ditengah makan malam, aku mengutarakan maksudku untuk menggunakan acara tasyakuran sebagai moment untuk memperkuat persahabatan  yang sudah terjalin dengan membentuk komunitas. Diharapkan dengan adanya komunitas, setiap pertemuan yang terjadi antara para pemuda dapat lebih terarah<br />
Akhirnya, persiapan yang kami bicarakan untuk menyelenggarakan tasyakuran, kami selingi dengan diskusi bagaimana caranya mengarahkan para pemuda untuk ikut serta/ sejalan dalam ide membentuk komunitas.<br />
Singkat cerita, pada saat tasyakuran berlangsung, hampir saja rencana yang telah kami bahas bertiga mengalami kegagalan  karena hampir tidak ada moment yang pas untuk memasukkan ide yang telah tercetus  walaupun pada saat sambutan sebagai shohibul hajat, aku telah menyampaikan “diharapkan setelah acara makan-makan selesai, jangan langsung bubar tapi kita adakan acara ramah tamah.” Hingga akhirnya, ketika waktu sudah cukup malam, dengan agak sedikit dipaksakan salah satu diantara kita mengeluarkan pendapatnya untuk membentuk komunitas dan pendapat ini disetujui oleh sebagian besar yang hadir. Berhubung waktu sudah malam, maka pembahasan segala  sesuatu yang berkaitan dengan pembentukan komunitas akan dilanjutkan keesokan harinya yaitu hari Minggu, 20 Desember 2009, dan disepakati bersama bahwa tempat untuk acara “rapat” adalah di Candi Tugu salah satu tempat peninggalan dari zaman Belanda yang pernah digunakan untuk melakukan pertapaan.<br />
Minggu, 20 Desember 2009, di Candi Tugu diadakanlah rapat pembentukan komunitas dan akhirnya terbentuklah komunitas yang bersifat profit di bidang Bimbel dan Teknisi Komputer dengan nama JF2C (Just For Fun Club). Rapat ini dihadiri oleh tujuh orang pemuda yaitu Ischak Suryo Nugroho dari Jakarta. Anwar dari Rembang, Arifin dari Purbalingga, Zulkifli dari Pontianak, Baety, Lena dan Dika yang ketiganya adalah penduduk asli Tambak Aji Semarang. Berdasarkan kesepakatan bersama, tujuh orang ini adalah pengurus inti yang segala kebijakan menyangkut JF2C harus berdasarkan kesepakatan tujuh orang pengurus inti ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/21/jf2c-just-for-fun-club/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Indahnya Kebersamaan</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/19/indahnya-kebersamaan/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/19/indahnya-kebersamaan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Dec 2009 04:24:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[organisasi]]></category>
		<category><![CDATA[sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=236</guid>
		<description><![CDATA[
Tak terasa waktu mengalir begitu cepat. Lima bulan sudah aku berada di perantauanku  yang baru yaitu IAIN Walisongo Semarang setelah sebelumnya aku merantau di Ponpes Alhikmah 2 Benda Sirampog Breres. Setiap tempat yang kujelajahi meninggalkan kesan yang indah walaupun tidak sedikit pula yang pahit yang aku rasakan. Tapi itu semua membawaku menjadi manusia yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" src="http://pic.pbsrc.com/spacer.gif" alt="" width="1" height="1" /></p>
<p>Tak terasa waktu mengalir begitu cepat. Lima bulan sudah aku berada di perantauanku  yang baru yaitu IAIN Walisongo Semarang setelah sebelumnya aku merantau di Ponpes Alhikmah 2 Benda Sirampog Breres. Setiap tempat yang kujelajahi meninggalkan kesan yang indah walaupun tidak sedikit pula yang pahit yang aku rasakan. Tapi itu semua membawaku menjadi manusia yang lebih dewasa (Insya Allah).</p>
<p>Di Alhikmah dalam bergaul dengan lingkungan aku selalu mengikuti Organisasi yang ada. Berhubung Alhikmah adalah pondok pesantren, semua organisasi yang ada disana telah aku jelajahi mulai dari yang terkecil yaitu organisasi kamar dengan menjadi bagian kebersihan, organisasi kelas dengan menjadi ketua kelas, organisasi daerah dengan menjadi sekretaris ORDA, organisasi sekolah dengan menjadi Ketua OSIS, organisasi pondok dengan menjadi pengurus bagian sekretaris dan  pendidikan, dan organisasi lainnya yang merupakan organisasi sampingan di Alhikmah.</p>
<p>Berbagaimacam masalah kuhadapi namun itu semua merupakan bumbu dalam kehidupanku di Ponpes yang sekaligus juga merupakan pengalaman yang sangat berharga.  Semuanya meninggalkan kesan yang sangat mendalam sehingga sulit bagiku untuk melupakannya. Rasanya tidak mungkin aku meninggalkan Alhikmah karena sudah begitu banyak ia mewarnai hatiku. Hingga akhirnya tibalah waktu dimana aku harus meninggalkannya karena setiap ada pertemuan pasti akan ada perpisahan.</p>
<p>sesaat sebelum berpisah, ku mampir sebentar ke masjid Annur untuk mendoakan teman-temanku. Sungguh aku akan merindukan Alhikmah. Akankah aku menemui teman-teman yang sebaik ketika di Alhikmah ? dan kini terjawab sudah. Di Semarang aku bertemu dengan teman-teman yang asyik-asyik dan juga dapat menambah wawasanku.</p>
<p><img class="aligncenter" src="http://pic.pbsrc.com/spacer.gif" alt="" width="1" height="1" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/19/indahnya-kebersamaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taman Bungkul Surabaya</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/06/taman-bungkul-surabaya/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/06/taman-bungkul-surabaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 06 Dec 2009 01:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=233</guid>
		<description><![CDATA[Minggu, 6 Desember 2009 ini untuk kedua kalinya aku mengunjungi Taman Bungkul dan lagi-lagi bersama Novi Cuk Lanang salah satu anggota blogger TPC. Postingan ini adalah postingan pertama yang aku tulis di Taman Bungkul yang berfasilitas Hotspot Area dengan menggunakan Notebook BenQ (Joybook Lite U102) yang baru aku beli Jum&#8217;at, 4 Desember 2009 di Hitech [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu, 6 Desember 2009 ini untuk kedua kalinya aku mengunjungi Taman Bungkul dan lagi-lagi bersama <a href="http://novi.blogmalhikdua.com">Novi Cuk Lanang</a> salah satu anggota blogger <a href="http://tugupahlawan.com">TPC</a>. Postingan ini adalah postingan pertama yang aku tulis di Taman Bungkul yang berfasilitas Hotspot Area dengan menggunakan Notebook BenQ (Joybook Lite U102) yang baru aku beli Jum&#8217;at, 4 Desember 2009 di Hitech Mall Surabaya dengan harga Rp. 3.540.ooo,- lengkap dengan DVD eksternal, bluetooth, coolfun, voucher senilai Rp.130.000,- ,  garansi 3 tahun, serta asuransi dari ACA. Asuransi dari segala jenis kerusakan dan kehilangan.</p>
<p>Rencananya sore ini aku akan kembali ke Semarang untuk melaksanakan rutinitas perkuliahan di IAIN Walisongo kampus 1.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/12/06/taman-bungkul-surabaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>HUT TPC (Tugu Pahlawan.Com)</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/11/28/hut-tpc-tugu-pahlawan-com/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/11/28/hut-tpc-tugu-pahlawan-com/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Nov 2009 05:33:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=229</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 28 Oktober 2009 Komunitas TPC (Tugu Pahlawan.Com) menyelenggarakan acara Seminar dengan tema &#8220;KEBEBASAN BEREKSPRESI LEWAT MEDIA ONLINE&#8221;  yang diadakan di gedung Telkom Jl. Mergoyoso. Acara ini berlangsung dalam rangka memperingati HUT TPC yang jatuh pada tanggal 10 November kemarin.  Selaku pembicara pada acara itu adalah ; Drs. H. Arif Afandi, Donny B.U, ST. M.Si [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sabtu, 28 Oktober 2009 Komunitas TPC (Tugu Pahlawan.Com) menyelenggarakan acara Seminar dengan tema &#8220;KEBEBASAN BEREKSPRESI LEWAT MEDIA ONLINE&#8221;  yang diadakan di gedung Telkom Jl. Mergoyoso. Acara ini berlangsung dalam rangka memperingati HUT TPC yang jatuh pada tanggal 10 November kemarin.  Selaku pembicara pada acara itu adalah ; Drs. H. Arif Afandi, Donny B.U, ST. M.Si dan Sawali Tuhusetya. Acara di mulai sekitar pukul 10.00 WIB dengan dihadiri oleh para blogger dari berbagai daerah diantara Brebes, Ponorogo, Purworejo, Solo, Bekasi, dan Surabaya.</p>
<p>Acara yang disponsori oleh Telkom Speedy, Hitech Mall, Sampoerna dan Dagdigdug.com ini masih berlangsung sampai postingan ini diterbitkan. Mas Bagus Budiono yang kesehariannya tampak begitu lucu dan menggemaskan dan juga  gokil, pada acara ini beliau bertindak sebagai moderator sehingga entah karena terpaksa atau memang aslinya, beliau  tampak begitu berwibawa seakan-akan beliau adalah lulusan dari universitas ternama di luar negeri.</p>
<p>Acara peringatan HUT TPC ini rencananya akan masih berlangsung hingga Minggu, 29 Oktober 2009. Peserta yang berasal dari luar daerah disediakan tempat tinggal di wisma. So&#8230; bagi kawan-kawan blogger yang belum sempat menghadiri peringatan HUT TPC hari ini, masih ada hari esok untuk menghadirinya. Kami Tunggu Yah !!!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/11/28/hut-tpc-tugu-pahlawan-com/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Who am I ?</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/10/26/who-am-i/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/10/26/who-am-i/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 13:28:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[aku dan tuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=224</guid>
		<description><![CDATA[Who am I  ? I don&#8217;t know.
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Who am I  ? I don&#8217;t know.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/10/26/who-am-i/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>GOOD BYE MY SOULMATE</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/09/09/good-bye-my-soulmate/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/09/09/good-bye-my-soulmate/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2009 06:41:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[perpisahan]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[soulmate]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=219</guid>
		<description><![CDATA[
Sebenarnya niat hati ingin meninggalkan Benda berangkat menuju Semarang tanggal 19 Agustus 2009 pukul 13.00. Tetapi apa daya, masih banyak masalah yang berlum selesai sehinggaBaru pagi hari ini bisa berangkat menuju Semarang guna mengadakan kumpulan dengan pengelola beasiswa S2 IAIN Wali Songo.
Tidurku terasa nyenyak sekali di kamar mas Andre di bawah tangga menuju masji dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!-- 		@page { size: 8.5in 11in; margin: 0.79in } 		P { margin-bottom: 0.08in } --></p>
<p style="margin-bottom: 0in">Sebenarnya niat hati ingin meninggalkan Benda berangkat menuju Semarang tanggal 19 Agustus 2009 pukul 13.00. Tetapi apa daya, masih banyak masalah yang berlum selesai sehinggaBaru pagi hari ini bisa berangkat menuju Semarang guna mengadakan kumpulan dengan pengelola beasiswa S2 IAIN Wali Songo.<span id="more-219"></span></p>
<p style="margin-bottom: 0in">Tidurku terasa nyenyak sekali di kamar mas Andre di bawah tangga menuju masji dari tata busana. Memang sebelum tidur aku sudah pesan kepada Mas Andre dan Saiful untuk membangunkan ku pada pukul 01.00 dini hari. Kini pukul 01.00 dini hari Saiful membangunkanku sedangkan Mas Andre masih terdengar suara dengkurannya walaupun cukup kecil.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Kamar ukuran 2 X 5 meter ini digunakan tidur untuk tiga orang.  Saiful sebelah timur, aku ditengah, sedangkan Mas Andre sebelah barat. Setelah dibangukan Saiful akupun duduk sebentar untuk menghilangkan kantuk, sedangkan Saiful langsung menuju alam mimpinya karena merasa tugas dan tanggungjawabnya telah selesai.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Malam ini tepatnya pukul 01.00 dini hari tanggal 20 Agustus 2009 setelah dua hari sebelumnya di Alhikmah mengadakan acara rutin tahunan yaitu khotmil qur’an  (tanggal 18 Agustus 2009) kini aku harus meninggalkan pondok pesantren yang telah mendidik dan membesarkanku diriku. Terbayang saat aku pertama kali datang bersama ayahku  ke pondok pesantren ini, terbayang pula saat-saat aku bermain, mengaji, melanggar aturan pondok, menjadi pengurus pondok dan pengurus OSIS.  Semua bayangan indah itu seakan-akan muncul dengan sendirinya.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Waktu semakin mendesak, karena kereta dari Tegal menuju stasiun Poncol Semarang akan berangkat pukul 04.50, sedangkan perjalanan dari desa Benda menuju Tegal membutuhkan waktu paling tidak satu jam. Berhubung ini malam hari, kendaraan sangat jarang sekali. Terkadang hanya untuk menunggu bis saja bisa  memakan waktu hampir satu jam.  Aku segera bergegas bangun menuju kamar untuk mengambil barang bawaan. Kubiarkan mas Andre   dan Saiful tertidur lelap sebelum aku membangunkannya kembali nanti setelah aku benar-benar siap untuk berangkat.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Ketika akan membuka pintu kamar, terbesit dalam hati, sebelum meningglakan pondok tercinta ini aku harus melakukan hal yang baik. Apalagi yang dapat kulakukan ditengah malam seperti ini selain sholat. Kutekadkan hati untuk melaksanakan sholat malam walaupun waktu sudah mendesak.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Kamar mandi terletak dipojok dilantai dua ini. Lumayan dingin udara malam hari ini. Ketika akan mengambil air wudhu kuputuskan untuk sekalian mandi sebelum menghadap Allah SWT  sehingga ketika akan  keluar dari pondok ini aku benar-benar mengusahakan bersih lahir dan bathin.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Selesai mandi aku langsung menuju masjid Annur. Masjid yang menyimpan banyak kisah tentang diriku. Masjid yang akan selalu ku rindu.  Dalam sholatku terbayang banyak hal yang menjadikan tidak khusu’. Namun tetap kuusahakan untuk khusu’. Aku melaksanakan sholat di empat tempat dalam masjid Annur, di sebelah timur, di sebelah selatan, di sebelah utara dan terakhir di sebelah barat persis dibelakang pengimaman. Disetiap selesai sholat kupanjatkan doa untuk orang tuaku, guru-guruku, kyai-kyaiku, teman-temanku dan yang pernah belajar bersamaku bukan secara global tetapi terperinci. Yang memang saat itu kuingat namanya maka kusebut dalam doaku.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">“Ya Allah, berikanlah aku dan mereka petunjukmu agar mendapatkan kebahagiaan di dunia ini dan akhirat nanti, sehingga kami dapat berkumpul kembali di syurgamu dalam naungan ridho-Mu.”</p>
<p style="margin-bottom: 0in">Kututup sholatku di Pesantren Alhikmah tercinta dengan melaksanakan sholat witir dalam balutan udara dingin nan sejuk dipegunungan Slamet, dalam masjid yang kucintai, dan semoga dalam naungan kasih sayang dan ridho-Nya. Amiiin.</p>
<p style="margin-bottom: 0in">
<p style="margin-bottom: 0in">
<p style="margin-bottom: 0in">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/09/09/good-bye-my-soulmate/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ada dan Tiada</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/17/ada-dan-tiada/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/17/ada-dan-tiada/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Apr 2009 08:00:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[cerpen]]></category>
		<category><![CDATA[Albert Einstein]]></category>
		<category><![CDATA[kegelapan]]></category>
		<category><![CDATA[Profesor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=205</guid>
		<description><![CDATA[Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.
 Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. 
 “Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. 
 “Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.
 Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="color: #000000"><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"><img class="alignnone" src="http://www.the-planets.com/star-biography/Albert-Einstein-Imagination.jpg" alt="" width="180" height="221" />Seorang Profesor dari sebuah universitas terkenal menantang mahasiswa-mahasiswa nya dengan pertanyaan ini, “Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?”.</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Seorang mahasiswa dengan berani menjawab, “Betul, Dia yang menciptakan semuanya”. </span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">“Tuhan menciptakan semuanya?” Tanya professor sekali lagi. </span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">“Ya, Pak, semuanya” kata mahasiswa tersebut.</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> Profesor itu menjawab, “Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan menciptakan Kejahatan. Karena kejahatan itu ada, dan menurut prinsip kita bahwa pekerjaan kita menjelaskan siapa kita, jadi kita bisa berasumsi bahwa Tuhan itu adalah kejahatan.”<span id="more-205"></span></span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Mahasiswa itu terdiam dan tidak bisa menjawab hipotesis professor tersebut. Profesor itu merasa menang dan menyombongkan diri bahwa sekali lagi dia telah membuktikan kalau agama itu adalah sebuah mitos.</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Mahasiswa lain mengangkat tangan dan berkata, “Profesor, boleh saya bertanya sesuatu?” “Tentu saja,” jawab si Profesor</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Mahasiswa itu berdiri dan bertanya, “Profesor, apakah dingin itu ada?”</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">“Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja dingin itu ada. Kamu tidak pernah sakit flu?” Tanya si professor diiringi tawa mahasiswa lainnya.</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Mahasiswa itu menjawab, “Kenyataannya, Pak, dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin itu adalah ketiadaan panas. Suhu -460F adalah ketiadaan panas sama sekali. Dan semua partikel menjadi diam dan tidak bisa bereaksi pada suhu tersebut. Kita menciptakan kata dingin untuk mendeskripsikan ketiadaan panas.</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Mahasiswa itu melanjutkan, “Profesor, apakah gelap itu ada?” </span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Profesor itu menjawab, “Tentu saja itu ada.”</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi anda salah, Pak. Gelap itu juga tidak ada. Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya bisa kita pelajari, gelap tidak. Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk memecahkan cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari berbagai panjang gelombang setiap warna. Tapi Anda tidak bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur dengan berapa intensitas cahaya di ruangan tersebut. Kata gelap dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan cahaya.”</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Akhirnya mahasiswa itu bertanya, “Profesor, apakah kejahatan itu ada?”</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Dengan bimbang professor itu menjawab, “Tentu saja, seperti yang telah kukatakan sebelumnya. Kita melihat setiap hari di koran dan TV. Banyak perkara kriminal dan kekerasan di antara manusia. Perkara-perkara tersebut adalah manifestasi dari kejahatan.”</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Terhadap pernyataan ini mahasiswa itu menjawab, “Sekali lagi Anda salah, Pak. Kajahatan itu tidak ada. Kejahatan adalah ketiadaan Tuhan. Seperti dingin atau gelap, kajahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk mendeskripsikan ketiadaan Tuhan. Tuhan tidak menciptakan kajahatan. Kajahatan adalah hasil dari tidak adanya kasih Tuhan dihati manusia. Seperti dingin yang timbul dari ketiadaan panas dan gelap yang timbul dari ketiadaan cahaya.”</span><br />
<span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'"> </span><span style="font-size: 10pt;font-family: 'Trebuchet MS'">Profesor itu terdiam. Nama mahasiswa itu adalah Albert Einstein.</span></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/17/ada-dan-tiada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apakah yang Diinginkan Tuhan ?</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/15/apakah-yang-diinginkan-tuhan/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/15/apakah-yang-diinginkan-tuhan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 13:43:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>
		<category><![CDATA[akal pikiran]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[nafsu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=183</guid>
		<description><![CDATA[Sejenak judul di atas agak menggelitik pembaca. Bagiku, barang siapa yang telah membaca kalimat judul di atas tapi tidak ada keinginan untuk membaca isi tulisan dari judul itu, mungkin hatinya sudah tidak perduli lagi dengan tuhan, dan orang yang tidak lagi memperdulikan tuhan, maka sesungguhnya hatinya sudah keras, barang siapa hatinya sudah keras maka tempatnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejenak judul di atas agak menggelitik pembaca. Bagiku, barang siapa yang telah membaca kalimat judul di atas tapi tidak ada keinginan untuk membaca isi tulisan dari judul itu, mungkin hatinya sudah tidak perduli lagi dengan tuhan, dan orang yang tidak lagi memperdulikan tuhan, maka sesungguhnya hatinya sudah keras, barang siapa hatinya sudah keras maka tempatnya adalah neraka. (ceritanya ini untuk memaksa orang agar membaca blog gue)</p>
<p>Kenapa begitu ? Kita buat suatu perumpamaan<span id="more-183"></span></p>
<p>Ada seorang pria yang jatuh cinta kepada wanita. Apapun yang diinginkan oleh wanita itu pasti akan diturutinya bahkan bila perlu dia akan mencari tahu apa sebenarnya keinginan wanita yang dicintainya. Hal ini tidak lain adalah untuk menjadikan wanita itu merasa diperhatikan dan disayangi sehingga akan membalas cintanya. Jika sang pria sudah tidak peduli lagi dengan apa yang menjadi kesukaan dan kebencian wanita itu maka dapat dipastikan bahwa pria itu tidak mencintainya. Dengan demikian bagi orang yang telah membaca judul di atas tetapi ia tidak mau mengetahui lebih lanjut isinya maka sesungguhnya dia tidak peduli dengan keinginan tuhan, jika dia tidak peduli dengan keinginan tuhan maka pada hakikatnya ia tidak mencintai tuhan.</p>
<p>Disisi lain mengapa judul itu begitu menggelitik untuk diketahui isinya adalah dari judul di atas akan timbul suatu pertanyaan, &#8220;Apakah tuhan menginginkan sesuatu padahal Ia telah memiliki segala-galanya ?&#8221;</p>
<p>Mari kita bahas tentang judul di atas:</p>
<p>Manusia diciptakan oleh tuhan dengan dibekali tiga hal :</p>
<ol style="text-align: left">
<li>nafsu,</li>
<li>akal pikiran, dan</li>
<li>hati.</li>
</ol>
<p>Masing-masing mutlak dibutuhkan oleh manusia tidak ada pengecualian. Nafsu diciptakan untuk menjaga kelangsungan hidup umat manusia baik itu nafsu makan, minum, maupun bersetubuh (sorry, aku pake bahasa bersetubuh, walaupun sebenarnya bisa diganti dengan &#8220;nafsu untuk melakukan regenerasi&#8221;).</p>
<p>Hati diciptakan untuk merasakan untuk kemudian mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk.</p>
<p>Akal pikiran diciptakan untuk memilih mana yang baik dan mana yang buruk untuk kemudian dilanjutkan dalam aktifitas sehari-hari. Akal pikiran adalah penengah antara hati dan nafsu. Jika akal memilih yang baik maka akan berdampak positif  pada kehidupan. Begitupun sebaliknya.</p>
<p>Inti dari tulisan panjang yang cukup njelimet di atas adalah:<br />
Jika kita ingin sukses maka turutilah apa kata hatimu. Berpikirlah yang jernih jangan sampai terpengaruh oleh nafsu. Untuk membedakan apakah yang ada di dalam diri anda keinginan nafsu atau hati, cukup dengan menanyakan kepada akal pikiran anda dengan satu pertanyaan yaitu :</p>
<p><strong>&#8220;Inikah yang diinginkan oleh Tuhan ?&#8221;</strong></p>
<p>Sebagai contoh :<br />
Jika anda sedang bermalas-malasan, tanyakan kepada akal pikiran anda, inikah yang diinginkan tuhan ?. Jika akal menjawab bukan, maka jauhilah <span style="text-decoration: line-through">menggunjing</span> bermalas-malasan.</p>
<p>Dari mana kita tahu bahwa itu adalah keinginan tuhan ? Bacalah petunjuk yang telah diturunkan oleh tuhan melalui utusannya (kitab suci).</p>
<p>Good Luck, semoga kita bisa membedakan mana kata hati dan mana kata nafsu. Secara garis besar, Tuhan menginginkan Hamba-hambanya kembali kepadanya dengan membawa &#8220;<strong>Qolbun Saliim</strong>&#8221; atau hati yang selamat/ sehat</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/15/apakah-yang-diinginkan-tuhan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>First Love and True Love</title>
		<link>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/01/first-love-and-true-love/</link>
		<comments>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/01/first-love-and-true-love/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 08:01:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>suryo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suryo.blogmalhikdua.com/?p=200</guid>
		<description><![CDATA[kompas mencatat pada 6 Juni 2008 :
&#8220;Menurut para ilmuwan, cinta pertama yang sudah tertanam tak bisa dihapuskan dari ingatan. Kenangan cinta pertama bisa membuat orang yang mengalami ketagihan lebih kuat dibandingkan narkoba jenis apa pun. Banyak orang dewasa tidak berdaya menahan jatuh cinta lagi kepada dambaan hatinya semasa kecil.&#8221;


Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan para [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.kompas.com/read/xml/2008/06/06/15251450/kekuatan.cinta.pertama" target="_blank">kompas</a> mencatat pada 6 Juni 2008 :<br />
<em>&#8220;Menurut para ilmuwan, cinta pertama yang sudah tertanam tak bisa dihapuskan dari ingatan. Kenangan cinta pertama bisa membuat orang yang mengalami ketagihan lebih kuat dibandingkan narkoba jenis apa pun. Banyak orang dewasa tidak berdaya menahan jatuh cinta lagi kepada dambaan hatinya semasa kecil.&#8221;</em></p>
<p><em><span id="more-200"></span><img class="alignnone" src="http://www.kompas.com/data/photo/2008/06/06/152455p.jpg" alt="" width="298" height="225" /><br />
</em></p>
<p>Terlepas dari benar atau tidaknya pernyataan para ahli di atas, sebaiknya kita harus berhati-hati dalam menjalin hubungan cinta. Kalau tidak yakin bahwa yang kita cintai tidak menjadi pendamping hidup kita, alangkah baiknya cinta itu segera disingkirkan sebelum benar-benar tertanam mengakar di dalam hati.</p>
<p>Masih bagus jika hal itu diderita oleh seorang pria yang notabene boleh memiliki istri lebih dari satu, bagaimana jika hal ini menimpa seorang wanita yang jangankan memiliki suami lebih dari satu, memikirkan pria lain saja sudah merupakan dosa.</p>
<p>Apakah pernyataan para ahli di atas menandakan juga bahwa cinta pertama itu sangat identik dengan cinta sejati ? Sepertinya jawabannya adalah &#8220;ya&#8221;  meskipun tidak selalu cinta pertama adalah cinta sejati.</p>
<p>Banyak juga orang yang mengatakan first love never die  &#8220;cinta pertama tidak akan pernah mati&#8221;. Gila&#8230;. betapa dahsyat yah kekuatan cinta pertama.</p>
<p>Buat kita yang sudah merasakan cinta pertama dan tidak berhasil memiliki cinta pertama itu, semoga cinta itu bukan cinta sejati. Cinta sejati akan bermuara pada pendamping hidup kita yang sah.</p>
<p>Buat kamu yang belum merasakan cinta pertama, yakinkanlah dirimu bahwa cinta pertamamu hanya akan kamu berikan kepada pasangan hidupmu yang sah menurut agama.</p>
<p>Syukur pendamping hidup kita adalah cinta pertama sekaligus cinta sejati kita. Bagaimana cara untuk mencapai itu semua ? Cuma satu cara : Ikuti syariat Islam dengan menghindari berpacaran.</p>
<p>Good Luck.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suryo.blogmalhikdua.com/2009/04/01/first-love-and-true-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
