July 28th, 2010 by suryo and tagged Doa, Haflatul Kubro, Khotmil Quran, Rindu
Beberapa minggu yang lalu aku baru mengunjungi Alhikmah. Tapi entah mengapa hari ini Rinduku kepada Alhikmah kembali memenuhi relung hatiku. Aku rindu udaranya, aku rindu suasananya, aku rindu guru-gurunya, aku rindu abah Mukhlas, aku rindu teman-temanku, aku rindu setiap yang ada di Alhikmah.
Kerinduanku ini adakah disebabkan karena saat-saat ini adalah saat-saat di mana di Alhikmah penuh dengan kegiatan yang dahulu pernah menggoreskan kesan begitu mendalam dalam hatiku. Haflatul Kubro dengan segala perlombaannya, Khotmil Quran dengan segala barakahnya, Pasaran Kitab dengan segala ilmunya.
Ya Allah… Engkau menjadi saksi bahwa setiap kali aku membaca ayat-ayatmu, aku mengirimkan doa untuk mereka, mereka yang selalu mendoakan aku, membimbingku, terutama yang menghargaiku.
Ya Allah… Pertemukanlah kami kembali dalam surga-Mu dibawah naungan ridho-Mu.
Posted in Agama, Artikel, curhat | No Comments »
July 25th, 2010 by suryo and tagged abu nawas, dosa, istighfar, taubat
Ya tuhanku, aku bukanlah ahli surga
Namun aku tidak sanggup masuk ke dalam nerakamu
Anugerahilah aku untuk bertobat dan ampunilah dosa-dosaku,
Karena sesungguhnya engkaulah pengampun segala dosa.
Syair di atas adalah hasil terjemahan secara bebas yang penulis terjemahkan dari seorang penyair dari ulama terkemuka yaitu Abu Nawas. Mengingat syair itu, ingin rasanya aku mengajak kita semua untuk introspeksi diri, melihat lagi ke dalam diri kita bahwa di dalamnya masih banyak sekali kekotoran-kekotoran yang belum kita singkirkan bahkan kita senang dengan kekotoran itu.
Jika dalam diri kita masih menyatakan bahwa ada orang lain yang lebih berdosa dari kita, tidak sadarkah kita bahwa sesungguhnya orang yang paling sering kita pantau dan yang paling kita ketahui segala kesalahannya adalah diri kita sendiri.
Kita memantau seseorang hanya sekejap mata dan terkadang hanya dari satu sisi, sedangkan kita memantau diri kita setiap saat dan setiap detik serta dari segala sisi yang kita rasakan. Tapi mengapa kita lebih menemukan banyak kesalahan pada orang lain bukan pada diri kita sendiri ?
Satu pertanyaan yang sesungguhnya dapat menyingkap siapa diri kita sebenarnya adalah :
“Dosaku dan dosamu, manakah yang lebih besar dan lebih banyak ?”
Posted in Agama, Artikel, Fikih, cerpen, curhat | No Comments »
July 23rd, 2010 by suryo and tagged Jumat, Keutamaan, Kost, Online
Hari ini, Jumat 23 Juli 2010 mentari terbit dengan cerah, suasana pagi hari ini begitu indah seindah hatiku. Aktivitas pertama pagi hari ini adalah membersihkan kost-ku yang sudah tampak berantakan sekali. Maklumlah, dikost-ku hanya ada aku seorang. Teman-temanku yang lain sedang asyik berkumpul bersama keluarganya di rumah.
Kost-ku yang cukup luas dengan 6 kamar yang mana dalam masing-masing kamar terdapat kamar mandi, serta satu ruang tengah dan dua balkon dibelakang dan di depan kost, menjadikanku cukup tersiksa membersihkan semuanya seorang diri. Setelah kost bersih, saatnya aku melanjutkan aktifitas yaitu Online untuk mengecek email yang masuk, meng-update status, dan ngeblog sedikit.
Saat sedang Online di kampus, terdengar suara pengajian dari masjid menandakan waktu shalat Jumat hampir tiba. Sebelum aku selesai dengan laptopku, aku ingin sedikit menulis keutamaan hari Jumat hanya sekedar untuk mengingat-ingat kembali.
Rasulullah SAW bersabda : “ Hari terbaik dimana matahari terbit pada hari itu adalah hari Jumat. Pada hari itu, Adam Alaihis Salam diciptakan, dimasukkan ke dalam surga dan dikeluarkan dari surga. Kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” (HR. Muslim)
Posted in Agama, Artikel, Fikih, curhat | No Comments »
July 22nd, 2010 by suryo and tagged alfa, beta, delta, kekuatan, pikiran, positif, theta
Ketika mengikuti pelatihan shalat khusu’ yang diselenggarakan oleh Prof. Amin Syukur salah satu dosenku di Pasca, ia menyampaikan bahwa otak manusia mengeluarkan empat jenis gelombang yaitu;
1. Gelombang Beta (Kondisi sadar, aktif, sibuk atau beraktivitas)
2. Gelombang Alfa (Relaksasi, menghayal, visualisasi)
3. Gelombang Theta (Tidur bermimpi, meditasi)
4. Gelombang Delta (Tidur Pulas)
Saat pelatihan itu, seluruh anggota dibuat agar merasa nyaman atau rileks dan membayangkan akan segala perbuatan yang pernah dilakukan serta menyadari kedudukan dirinya sebagai seorang hamba dihadapan tuhan semesta alam. Dengan kata lain, secara tidak langsung seluruh peserta pelatihan diperintahkan untuk mengkondisikan otak mengeluarkan gelombang alfa.
Saat pelatihan itu, setiap peserta disuruh menyebut asma Allah dengan serileks mungkin dan merasakan apa yang terjadi dalam dirinya. Aku merasakan seperti ada getaran yang menjalar ke seluruh tubuh, peserta yang lain ada yang menjerit-jerit menangis, ada pula yang biasa-biasa saja.
Setelah acara latihan selesai, aku mencoba meneliti apa yang beliau sampaikan tentang gelombang yang dipancarkan oleh otak manusia. Aku menemukan ternyata bahwa, dalam kondisi memancarkan gelombang alfa, seseorang dapat melakukan komunikasi bawah sadar dengan siapa saja. Dalam kondisi ini, kita dapat memerintahkan seseorang untuk melakukan apa saja (selama hal itu adalah positif).
Hal di atas bukanlah suatu karangan yang tidak memiliki dasar melainkan dapat dibuktikan secara ilmiah. so, andaikan kita dapat mengatur gelombang otak kita untuk memancarkan gelombang alfa dan memperbesar gelombang itu sesuai dengan keinginan kita… bisa dibayangkan, betapa indahnya dunia ini. he…he…
Posted in Agama, Artikel, cerpen, curhat | No Comments »
July 19th, 2010 by suryo
Jika kurenungkan sejenak usiaku kini yang menginjak sweet 17, betapa banyak waktu yang telah kusia-siakan. Aku melihat keselilingku… begitu banyak anak-anak yang usianya jauh di bawahku tapi kemampuannya jauh di atasku. Tuhan… Tolonglah aku untuk dapat menggunakan waktu yang telah engkau berikan dengan sebaik mungkin.
Kembali ku mengenang masa-masa lalu dimana aku menjadi bagian dari kisah masa lalu itu. Kisah sejarah yang tidak mungkin dapat aku lupakan. Sejarah yang menceritakan tentang kisah cinta, persahabatan, permusuhan, bisnis, keimanan dan ketaqwaan sampai kepada kekafiran dan kedurhakaan. Jika mengenang itu semua, sungguh rugi jika sedikit sekali aku dapat mengambil pelajaran dari itu, sungguh rugi sekali jika aku tidak dapat lebih mengenal tuhanku dari segala apa yang telah aku lalui.
Posted in Agama, Uncategorized, curhat | 3 Comments »
June 22nd, 2010 by suryo
Minggu, 20 Juni 2010, aku diberi kehormatan untuk mengisi pengajian mingguan ibu-ibu jama’ah masjid Albarakah yang terletak di Tambak Aji Rw 1. Entah materi apa yang akan aku sampaikan. Setelah dipikir-pikir, aku memutuskan untuk mengangkat tema tentang “hatiku dan hatimu”. Kenapa tentang hati ? Karena kalau aku mengangkat tema tentang Filsafat Abad 20, Aku khawatir ibu-ibu akan protes mengapa aku membicarakan tentang pandangan-pandangan Aristoteles, Plato, Al-Farabi, dsb mengapa aku tidak membicarakan tentang pandangan Pak RT dan Pak RW yang jelas-jelas mereka temui setiap hari.
Ibnu Al-Qayyim Al-Jauzi membagi hati menjadi tiga :
1. Hati yang sehat : Hati yang bersih dari segala macam noda. Hatinya dipenuhi dengan cinta kepada Allah SWT sehingga menjadikan ibadah sesuatu yang indah dan asyik untuk dijalankan
2. Hati yang sakit : Hati yang terkadang melakukan dosa dan terkadang taat kepada Rabb. Jika melakukan dosa ia merasa bahwa itu adalah dosa tetapi ia tidak sanggup menahan nafsunya untuk menjauhi maksiyat.
3. Hati yang mati ; Hati yang tidak merasakan penyesalan ketika melakukan dosa. Dia selalu menuruti hawa nafsunya, melanggar perintah tuhannya dan tidak merasa bersalah dan malu atas apa yang telah ia lakukan.
Setelah mengerti macam-macam hati, marilah kita introspeksi diri, Tergolong yang manakah hati kita ? Adakah kita selalu rindu dan merasa nikmat dalam beribadah, atau kita merasa berat dalam melaksanakan ibadah, atau tidak ingin sama sekali untuk beribadah ?
Posted in Agama, Artikel, Fikih, curhat | No Comments »
June 18th, 2010 by suryo and tagged Al-Qur'an, Fisika, Matematika, Roti, Science, Sign
Islam telah mengajarkan ajaran yang sangat indah dan mencakup semua lini kehidupan. Tidak ada satupun yang tertinggal dalam Al-Qur’an sebagai kitab suci yang diturunkan oleh Allah melalui malaikat Jibril kepada baginda Rasulullah SAW.
Tapi perlu diingat, Al-Qur’an bukanlah kitab science (ilmu pengetahuan) melainkan kitab signs (tanda-tanda). Jangan mencari rumus matematika dan fisika di dalam Al-Qur’an secara detail. Jika kita merujuk pada penomoran huruf yang terkandung dalam huruf-huruf hijaiyah, mungkin kita akan menemui rumus-rumus itu, tetapi tetap tidak secara detail.
Penulisan blog kali ini terinspirasi oleh pertanyaan salah seorang teman penulis atau mungkin bisa dibilang murid penulis. Ia bertanya melalui sms, “Pak, memang ada ayat Al-Qur’an yang menjelaskan tentang pembuatan roti?” Pertanyaan yang dia ajukan sungguh merupakan pertanyaan yang sangat rumit untuk dijawab mengingat penulis sendiri tidak mengerti cara membuat roti, bahan-bahan apa saja yang diperlukan dan berapa lama dimasukkan ke dalam oven. Selain itu, penulis juga tidak tahu kondisi si penannya saat bertanya dan apa maksud dan tujuannya.
Baru-baru ini, penulis menemukan artikel yang menjelaskan bahwa dalam Al-Qur’an diterangkan cara membuat baja, yang jadi pertanyaan selanjutnya adalah, “Apakah dalam Al-Qur’an juga dijelaskan cara membuat roti ?”
Bagi pembaca blog ini yang menjawab dengan tergesa-gesa pertanyaan di atas, harap bisa dijelaskan apa yang menjadi jawabannya. Jangan hanya menggunakan tebak-tebakan atau perkiraan saja. Jika anda mengatakan tidak ada, maka bisa jadi anda berkata salah. Jika anda menjawab ada, maka butuh pembuktian dari apa yang anda utarakan.
Dibalik itu semua, kita hanya perlu mengetahui bahwa Al-Qur’an adalah kitab sign (tanda), bukan kitab science (ilmu pengetahuan).
Posted in Agama, Artikel, cerpen, curhat | 2 Comments »
June 17th, 2010 by suryo and tagged cinta, tasawuf
“Inti Tasawuf adalah Akhlakul Karimah (Akhlak yang mulia)”, itulah kalimat yang terucap dari Prof. Dr. H.M. Amin Syukur, MA. saat mengisi mata kuliah Tasawuf Akhlaki.
“Tasawuf adalah permasalahan dzauq(rasa)”, itulah yang diucapkan oleh Dr. Abdul Muhaya, MA. saat mengisi mata kuliah Teori Suluk.
Entah berapa banyak lagi orang yang mendefinisikan tasawuf. Mungkin ketika kita telah belajar tasawuf, maka akan terbentuk definisi tasawuf dalam diri kita yang mana definisi itu berbeda sama sekali dengan definisi-definisi yang telah ada saat ini.
Setelah belajar begitu banyak tentang tasawuf, kepalaku terasa pusing. Mengapa begitu berat dan sulit sekali bagi seorang manusia untuk bisa ‘benar-benar dekat’ dengan Tuhannya ? Kenapa aku katakan ‘benar-benar dekat’ ? karena sesungguhnya kita sudah dekat dengan tuhan. Begitu banyak maqam (tahapan) yang harus kita lalui, dimulai dari Taubat sampai akhirnya ke maqam ma’rifat.
Jika seseorang memakan mentah-mentah teori yang disampaikan di bangku sekolah, niscaya seluruh hidupnya akan habis (bahkan kurang) untuk menempuh dari satu maqam ke maqam yang lainnya. Seluruh keluarganya bisa jadi terbengkalai karena urusan tasawuf. Untuk itu, jangan sesekali memakan mentah-mentah apa yang telah disampaikan di bangku sekolahan.
Tasawuf adalah Akhlakul Karimah, Tasawuf adalah permasalahan rasa. Untuk itu aku mendefinisikan tasawuf dengan satu kata.” Tasawuf adalah cinta”. Maka, jika seseorang belajar tentang tasawuf, sesungguhnya ia sedang belajar tentang cinta. Bagaimana memurnikan cinta semurni-murninya ?
Cinta… Oh cinta…
Posted in Agama, Artikel, Fikih, curhat | 2 Comments »
June 14th, 2010 by suryo and tagged artis, cinta, idola, nafsu, porno
Dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dari bulan ke bulan, dari tahun ke tahun, dari windu ke windu, dari abad ke abad, dari millenium ke millenium tanpa kita sadari kita telah mengalami pergeseran budaya. Begitu banyak pergeseran yang terjadi. Namun, kali ini yang menjadi fokus bagi diriku adalah pergeseran idola. Idola zaman sekarang tentunya sudah sangat jauh berbeda dengan zaman dahulu atau zaman sebelumnya.
Pergeseran tentunya dapat kita samakan dengan perubahan. Alangkah indahnya jika kita mengalami perubahan dari sesuatu yang jelek/ buruk kepada sesuatu yang bagus/ indah. Perubahan ke arah yang lebih bagus merupakan dambaan bagi setiap orang. Seorang pedagang pasti menginginkan usahanya berubah menjadi lebih besar lagi, seorang guru pasti menginginkan dirinya dan muridnya lebih pintar lagi, seorang wanita pasti menginginkan dirinya berubah menjadi lebih cantik dan seksi lagi, setiap orang menginginkan suatu perubahan ke arah yang lebih baik.
Manusia yang diciptakan dengan berbagai macam keunikan dan perbedaan, tentunya memiliki persepsi berbeda pula tentang keindahan. Ada diantara kita yang mengatakan bahwa baik itu adalah yang menyenangkan bagi diri sendiri tidak perduli dengan orang lain, adapula yang mengatakan bahwa baik adalah yang menyenangkan bagi orang banyak walaupun terkadang dirinya sendiri tidak senang, adapula yang diantara keduanya yaitu mereka yang mengatakan baik adalah sesuatu yang menyenangkan baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.
Perbedaan sudut pandang ini menjadikan manusia berbeda pula dalam setiap perubahan yang dialaminya. Saat sekarang ini yang sedang ramai dibicarakan adalah video hot yang dilakukan oleh orang yang mirip dengan artis dan disebarkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Sebagian kita ada yang menganggap itu adalah hal biasa ada pula yang menganggap hal itu ‘luar biasa’.
Keberagaman yang ada pada kita hendaknya tidak menjadikan perpecahan diantara kita. Diantara sekian banyak perbedaan, bisa jadi semua benar, bisa jadi semua salah, atau ada diantaranya yang benar dan diantaranya yang salah. Untuk menjadikan patokan dalam memberikan pengukuran hanya ada satu cara kembali kepada ajaran-ajaran agama yang memang sesuai dengan hati nurani kita.
Boleh saja orang berbeda-beda pandangan dalam kasus video porno ini. Tapi satu hal, alangkah sangat disayangkan jika mereka yang melakukan adegan tak senonoh itu tetap dijadikan idola mengingat apa yang mereka lakukan jauh dari nilai-nilai yang ada. Baik itu nilai agama ataupun nilai yang lainnya. Mungkin akan berbeda jika yang menilai Miyabi atau Lady Gaga.
Posted in Agama, Artikel, curhat | 1 Comment »
June 12th, 2010 by suryo and tagged Alam Semesta, Allah, Rasul, Sekolah
Setiap individu telah di doktrin bahwa sekolah adalah tempat di mana ada gedung, ruang kelas, papan tulis, meja dan kursi, guru, dsb. Parahnya, doktrin ini telah mengakar dari lapisan bawah hingga paling atas dan dimulai dari kecil sampai tua. Tidak sadarkah kita bahwaAlam Semesta ini adalah sekolah untuk kita ?
Alam semesta dan segala apa yang ada di dalamnya dan segala apa yang kita hadapi di dalamnya adalah sekolah bagi kita. Allah SWT bertindak sebagai kepala sekolah, para malaikat sebagai karyawan, para rosul sebagai guru yang terjun langsung dalam mengajar, kitab-kitab suci sebagai buku pedoman, hari akhir sebagai waktu kelulusan, raport akan kita terima kelak di akhirat, dan puncak hasilnya adalah neraka dan surga. Bagi mereka yang tidak lulus akan masuk neraka, bagi yang lulus dengan nilai biasa akan masuk surga, dan bagi yang lulus dengan nilai luar biasa/istimewa akan masuk surga + dekat dengan-Nya karena ridlo dari-Nya.
Menurutku, jangan jadikan sekolah formal adalah segala-galanya. Banyak diantara mereka yang aku temui merasa putus asa ketika mereka hanya menempuh jenjang pendidikan formal yang rendah. Alam semesta ini adalah sekolah. Aku, anda, mereka, setiap kita sedang bersekolah dari pertama menghirup udara hingga akhir hayat.
Jangan rendahkan diri kita yang mulia hanya karena menempuh jenjang pendidikan formal yang rendah. Ketika kita dilahirkan, kita telah mulia. Kita akan gagal dalam Sekolah Alam Semesta ini jika kita merendahkan diri kita.
Setiap kita adalah mulia. Muliakan diri kita dengan menjalankan Sekolah Alam Semesta dengan sungguh-sungguh agar kita bisa lulus dengan nilai yang memuaskan. Allah Bersama Kita.
Posted in Agama, Artikel, curhat | 1 Comment »