GOOD BYE MY SOULMATE
September 9th, 2009 by suryo and tagged perpisahan, Pesantren, soulmate
Sebenarnya niat hati ingin meninggalkan Benda berangkat menuju Semarang tanggal 19 Agustus 2009 pukul 13.00. Tetapi apa daya, masih banyak masalah yang berlum selesai sehinggaBaru pagi hari ini bisa berangkat menuju Semarang guna mengadakan kumpulan dengan pengelola beasiswa S2 IAIN Wali Songo.
Tidurku terasa nyenyak sekali di kamar mas Andre di bawah tangga menuju masji dari tata busana. Memang sebelum tidur aku sudah pesan kepada Mas Andre dan Saiful untuk membangunkan ku pada pukul 01.00 dini hari. Kini pukul 01.00 dini hari Saiful membangunkanku sedangkan Mas Andre masih terdengar suara dengkurannya walaupun cukup kecil.
Kamar ukuran 2 X 5 meter ini digunakan tidur untuk tiga orang. Saiful sebelah timur, aku ditengah, sedangkan Mas Andre sebelah barat. Setelah dibangukan Saiful akupun duduk sebentar untuk menghilangkan kantuk, sedangkan Saiful langsung menuju alam mimpinya karena merasa tugas dan tanggungjawabnya telah selesai.
Malam ini tepatnya pukul 01.00 dini hari tanggal 20 Agustus 2009 setelah dua hari sebelumnya di Alhikmah mengadakan acara rutin tahunan yaitu khotmil qur’an (tanggal 18 Agustus 2009) kini aku harus meninggalkan pondok pesantren yang telah mendidik dan membesarkanku diriku. Terbayang saat aku pertama kali datang bersama ayahku ke pondok pesantren ini, terbayang pula saat-saat aku bermain, mengaji, melanggar aturan pondok, menjadi pengurus pondok dan pengurus OSIS. Semua bayangan indah itu seakan-akan muncul dengan sendirinya.
Waktu semakin mendesak, karena kereta dari Tegal menuju stasiun Poncol Semarang akan berangkat pukul 04.50, sedangkan perjalanan dari desa Benda menuju Tegal membutuhkan waktu paling tidak satu jam. Berhubung ini malam hari, kendaraan sangat jarang sekali. Terkadang hanya untuk menunggu bis saja bisa memakan waktu hampir satu jam. Aku segera bergegas bangun menuju kamar untuk mengambil barang bawaan. Kubiarkan mas Andre dan Saiful tertidur lelap sebelum aku membangunkannya kembali nanti setelah aku benar-benar siap untuk berangkat.
Ketika akan membuka pintu kamar, terbesit dalam hati, sebelum meningglakan pondok tercinta ini aku harus melakukan hal yang baik. Apalagi yang dapat kulakukan ditengah malam seperti ini selain sholat. Kutekadkan hati untuk melaksanakan sholat malam walaupun waktu sudah mendesak.
Kamar mandi terletak dipojok dilantai dua ini. Lumayan dingin udara malam hari ini. Ketika akan mengambil air wudhu kuputuskan untuk sekalian mandi sebelum menghadap Allah SWT sehingga ketika akan keluar dari pondok ini aku benar-benar mengusahakan bersih lahir dan bathin.
Selesai mandi aku langsung menuju masjid Annur. Masjid yang menyimpan banyak kisah tentang diriku. Masjid yang akan selalu ku rindu. Dalam sholatku terbayang banyak hal yang menjadikan tidak khusu’. Namun tetap kuusahakan untuk khusu’. Aku melaksanakan sholat di empat tempat dalam masjid Annur, di sebelah timur, di sebelah selatan, di sebelah utara dan terakhir di sebelah barat persis dibelakang pengimaman. Disetiap selesai sholat kupanjatkan doa untuk orang tuaku, guru-guruku, kyai-kyaiku, teman-temanku dan yang pernah belajar bersamaku bukan secara global tetapi terperinci. Yang memang saat itu kuingat namanya maka kusebut dalam doaku.
“Ya Allah, berikanlah aku dan mereka petunjukmu agar mendapatkan kebahagiaan di dunia ini dan akhirat nanti, sehingga kami dapat berkumpul kembali di syurgamu dalam naungan ridho-Mu.â€
Kututup sholatku di Pesantren Alhikmah tercinta dengan melaksanakan sholat witir dalam balutan udara dingin nan sejuk dipegunungan Slamet, dalam masjid yang kucintai, dan semoga dalam naungan kasih sayang dan ridho-Nya. Amiiin.
Posted in curhat | 9 Comments »

September 9th, 2009 at 11:21 pm
saya sedih banget di tinggal ma kas ishaq, pa lagi ketika kita berpisah tak ada kesan yang indah….
saya sempat menyesal kenapa saya ga sempat minta maaf sama ka ishaq, padahal kita bertemu setiap hari….
September 10th, 2009 at 2:32 am
Emang ada bedanya ishak pergi atau tidak?
Bukannya selama ini kita tak pernah membutuhkan dia.
(Baca = menganggap dia ada)
Kecuali disaat-saat sedang butuh, saat formal, dan… Ah rasanya cuma itu saja.
Analisa ini tidak berlaku jika saat dia pergi kita memberi uang saku.
***Saya bicara real. Tidak bermelankolis ria. Tidak menari-nari dalam tulisan-tulisan indah***
September 10th, 2009 at 10:18 am
Ka maafkan qta ya….adik-adik mu yang tidak pernah memberikan kesan yang baik. Tapi semua kebaikanmu insya Allah berastar pada qita.
September 10th, 2009 at 11:06 am
bareng2 doakan ajah biar cepet nikah
September 11th, 2009 at 11:23 am
Selamat n Sukses.
My pray always with every your step forward. Semangat hak!
‘kenangan kita dikreta itu tak kan pernah kulupa’…
pesen satu yg ganteng hak..
*ganteng hatinya*
September 13th, 2009 at 9:56 am
duh afwan, tak tahu judul punya kak Ishak koq ternyata mirip denganku…
September 22nd, 2009 at 7:58 pm
Q juga sedih,,,,
waktu di tinggal,,,,
jadi ngerasa sepi co2 ga ada yang suka usil, ngeledek n jailin lagi,,,,,
kecuali bapa!
November 16th, 2009 at 10:58 am
semoga silaturrahmi tetap terjalin meski hanya lewat dunia maya.
Bapak, terima kasih atas semua bimbingan dan kepercayaanya selama ini untuk saya.
WISH U LUCK!
December 17th, 2009 at 9:32 am
udah sedih2 gitu…masih aja lupa ma kita2